Dirgahayu Republik Indonesia
Bangkitlah Negeriku, Harapan Itu Masih Ada
Pengurus DPD PKS Solo Masa Khidmat 2015 - 2020
Siap berkhidmat untuk rakyat Solo
Mobil Khidmat PKS Solo
Siap melayani masyarakat Surakarta
Caleg ”Minimalis’’ Menuju Kursi Dewan

*Catatan Pemilu Legislatif 2009

PKS Kota Solo - Untuk bisa menjadi anggota legislatif, tidak mutlak mengeluarkan uang banyak. Abdul Ghofar Ismail SSi, salah satunya. Berkampanye menjelang pemungutan suara, 9 April lalu [2009,red], caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) nomor urut 1 Daerah Pemilihan Laweyan, Solo, ini hanya mengeluarkan biaya Rp 3 juta.

Sejak semula, guru SMA Al Islam 3 Solo ini tidak pernah berniat menjadi anggota DPRD. Ayah empat anak itu langsung protes saat namanya masuk dalam bursa pencalonan yang diusung DPTD (Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Surakarta, yang membawahi tiga badan yakni Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Syariah Daerah (DSD).

”Tapi karena itu merupakan hasil syuro dan juga telah melalui penjaringan internal kader, saya tidak bisa menolaknya. Sebenarnya kalau boleh memilih, saya ingin terus bisa mendarmabaktikan diri saya di jalur dakwah sekolah sekaligus agar tetap dekat dengan anak didik saya,” jelas alumnus Jurusan Matematika MIPA UNS itu.

Sebelumnya, Wakasek Bidang Kurikulum itu ditawari menjadi kepala SMA Al Islam 3 Solo. Namun karena ia menjadi caleg PKS, jabatan itu kemudian dipercayakan kepada guru lain.

Suami dari Khusnani Hayati (37) itu mau tidak mau harus bersungguh-sungguh atas amanah yang dibebankan padanya.
”Saya tidak bisa berdiam diri. Ketika nama saya dimasukkan pada nomor urut satu Dapil Laweyan, saya harus mengerahkan kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi jalan dakwah ini.”

Sang Istri sempat menolak Keras
Begitu pula sang istri yang semula menolak keras, akhirnya ikut membantu mempromosikan sang suami. Guru di SMA Al Islam I Solo itu pun mengenalkan kepada teman dan koleganya.

”Kalau saya bersikeras menolaknya, justru itu malah akan membebani suami saya. Bagaimanapun, saya harus menghormati hasil syuro yang memberikan amanah berat kepada suami saya,” imbuh Una, begitu istri Ghofar biasa disapa, yang saat ini sedang mengandung buah hatinya yang kelima.

Lalu, ayah dari Adib (kelas 5 SD), Izzah (kelas 3 SD), Wafi (kelas 1 SD) dan Afif (3 tahun) ini pun menjalin silaturahmi dengan teman-teman lamanya. Maklum, dia saat ini tinggal di rumah sang ibu, Surti Budiah, di Kecamatan Serengan yang termasuk Dapil Serengan- Pasarkliwon.

”Saat putusan MK tentang suara terbanyak turun, saya tidak yakin bisa menang. Sebab selama ini aktivitas dakwah saya di Serengan. Apalagi menurut perkiraan kasar partai, perolehan suara saya hanya menduduki rangking empat. Jadi ketika saya meraih suara terbanyak, semua kaget. Terlebih lagi saya.”

Go to top