PKS SOLO - Film religi berjudul Tausyiah Cinta yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama digadang-gadang bisa menjadi salah satu film positif Indonesia yang berguna untuk membangun karakter bangsa. Film Islami yang diproduksi Bedasinemapictures dengan sutradara Humar Hadi ini diklaim sebagai film religi yang sesuai dengan syariat Islam. Salah satu pemain Dodi bahkan optimistis film ini bisa menebar virus positif karena terinspirasi dari ajaran-ajaran agama Islam.

Dodi yang hadir dalam nonton bareng ( Nonbar ) di XXI Solo Square, Sabtu (23/1) , mengatakan film ini diproduksi sejak dua tahun lalu dengan setting Jakarta dan Surabaya. Para pemain semuanya merupakan aktor dan aktris  baru yang sebelumnya aktif bergerak dalam bidang dakwah dan film bertema Islam.”Bahkan para pemain memang orang-orang yang selalu memegang teguh nilai-nilai agama Islam. Mereka ada yang tahfidz Qur’an dan pemahaman agamanya bagus. Bukan sekedar acting saat film,” urainya.

Lebih lanjut, Dodi, menyampaikan film ini menceritakan kehidupan seorang muslim yang sedang mengalami pergolakan batin. Pergelokan batin itu mereda setelah dia bertemu dengan seseorang yang menyadarkan dia untuk lebih dekat dengan Tuhan. Film ini mengajarkan untuk mencintai makhluk di muka bumi ini sewajarnya. Cinta sesungguhnya seharusnya tercurakan kepada sang pencipta. Ia berharap film ini tidak hanya menghibur tetapi juga menghinspirasi para penonton untuk terus berbuat baik dan mengamalkan nilai-nilai agama.

Meski dibintangi para pendatang baru, Tausyiah Cinta berhasil menyedot banyak para penikmat film islami di Solo. Acara Nonbar yang diinisiasi Komunitas Suka Film Islam( Kosufi ) Sabtu siang dihadiri dari 200-an penikmat film. Ada yang datang dari Jogja dan Semarang. Wakil ketua DPRD Solo Abdul Ghofar Ismail serta Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan keluarga turut serta dalam nonbar tersebut. Acara nonbar juga di gelar di kota besar lainnya seperti Semarang, Jogja, Malang, dan Jakarta.

Abdul Ghofar Ismail atau yang biasa dipanggil Ghofar mengapresiasi film tersebut. Ia menilai film yang berlandaskan nilai-nilai agama Islam seperti ini sangat bagus dan harus semakin banyak diproduksi. Selain sebagai hiburan, juga dijadikan referensi para generasi muda dalam bersikap. Mengingat selama ini banyak anak muda yang selalu meniru gaya tokoh dalam film atau sinetron. “ Kalau yang ditiru bagus kan jadinya  juga akan bagus dan positif. Karakternya jadi terbentuk,” katanya.

(Sumber : Solopos)

Go to top