PKS Kota Solo - Gedung baru Pasar Rejosari yang terletak di Kecamatan Jebres dinilai tidak ramah difabel. Pasalnya, jalan masuk yang dibuat khusus bagi kaum difabel terlalu curam.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Surakarta, Sugeng Riyanto, standar sudut untuk akses difabel berada di kemiringan kurang dari 10 derajat. “Namun kali ini ternyata sudut kemiringan akses difabel hingga 45 derajat di Pasar Rejosari. Seharusnya sejak awal hal itu diperhatikan, karena jika jalur itu dilewati malah sangat membahayakan. Makanya mumpung saat ini baru jadi setengah makanya akses difabel bisa dipindahkan ke depan. Supaya nantinya bisa lebih mudah dijangkau,” tuturnya.

Tidak hanya tentang akses difabel, Sugeng juga menyoroti tentang ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pasar Rejosari. Tidak adanya RTH di Pasar Rejosari sangat tidak sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) disyaratkan untuk memiliki RTH. “Namun sejauh ini pembangunannya sudah cukup baik, hanya akses difbel dan RTH karena RTH menjadi syarat mutlak dalam perda RTRW,” tukasnya.

Sementara itu, pembangunan pasar yang anggarannya bersumber dari bantuan gubernur (Bangub) sebesar Rp 19 miliar tersebut sudah mencapai 50 persen. Pembangunan pasar dikerjakan PT Surya Bayu Sejahtera dengan batas waktu pengerjaan 12 Desember mendatang.

Sumber : Joglosemar

Go to top