PKS Kota Solo - Komisi III DPRD Kota Solo bakal meminta kejelasan kelanjutan proses pembangunan Pasar Klewer sisi timur kepada Dinas Perdagangan, Rabu (17/1). Rapat rencana kerja trimester pertama 2018 menjadi momen yang tepat untuk membahas proyek yang gagal dikerjakan 2017 tersebut.  

Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan pedagang Pasar Klewer timur adalah masyarakat yang paling dirugikan atas gagalnya pembangunan itu. Mereka telanjur pindah ke pasar darurat. Sementara bangunan Pasar Klewer timur sudah rata dengan tanah.  

“Terakhir, informasinya Dinas Perdagangan [Disdag] belum punya solusi. Mereka masih menjalin komunikasi dengan Kementerian Perdagangan [Kemendag] mengusahakan anggaran untuk pembangunan tahun ini,” tuturnya saat ditemui Espos di ruang Fraksi PKS, Senin (15/1).

Ada dua alternatif yang mungkin dilakukan Pemkot Solo. Pertama, dicantolkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Kedua, mengakses dana corporate social responsibility (CSR) badan usaha milik negara (BUMN).

“Atau mungkin Pemkot Solo punya skema lain, silakan. Tapi hingga hari ini kami belum dapat informasi kepastiannya,” terangnya.

Kepala Disdag, Subagiyo, kepada Sugeng pernah menyampaikan terjadi penyesuaian anggaran. Mulanya anggaran diperlukan sekitar Rp48 miliar. Setelah tahun berganti dan dilakukan penghitungan ulang, Pasar Klewer sisi timur memerlukan anggaran Rp52 miliar.

“Skema yang mau dilakukan seperti apa? Sudah ada persetujuan dari pusat atau belum? Itu akan kami tanyakan dalam rapat renja, Rabu,” kata dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto pernah mengatakan sudah ada surat izin kucuran anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk Pasar Klewer timur. Namun, lelang proyek pasar itu masih menunggu DIPA dari Kemendag. “Kami tunggu DIPA dulu. Tapi yang jelas sudah disetujui Kemenkeu tinggal proses lelang,” katanya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Jumat (5/1).

Sumber : Solopos

Go to top