Solo - Kepastian alokasi anggaran sebesar Rp 61,8 miliar dari APBN Perubahan 2015 membuat pembangunan Pasar Klewer baru selangkah lagi akan terwujud. Dengan anggaran sebesar itu, pemerintah kota (Pemkot) Surakarta dituntut untuk dapat meyakinkan pemerintah pusat agar tidak ada persoalan yang terjadi di kemudian hari antara pemkot dengan pedagang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo yang juga merupakan ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Sugeng Riyanto. Ke depan harus jelas bahwa Pemkot memiliki kewenangan penuh atas pengelolaan Pasar Klewer.

“Pastikan pasar (Klewer) itu milik Pemkot. Jangan sampai seperti Pasar Beringharjo, Yogyakarta yang batal mendapat pendanaan lantaran persoalan pedagang dengan Pemkot Yogyakarta. Pemkot Solo harus meyakinkan pemerintah pusat tidak ada persoalan dikemudian hari,” tuturnya seperti dilansir timlo.net.

Untuk diketahui sebelumnya, pekan lalu Komisi III DPRD Solo melakukan konsultasi ke Kementerian Perdagangan. Konsultasi itu untuk menanyakan kejelasan anggaran untuk pembangunan kembali Pasar Klewer terbakar akhir tahun lalu.

Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 61,8 miliar dari APBN Perubahan 2015 untuk pembangunan Pasar Klewer baru di tahun ini. Alokasi anggaran itu jauh di bawah ajuan anggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sebesar Rp 154 miliar. (AR)

Go to top