Solo - Proses pengajuan Rancangan Peratutan Daerah (Raperda) inisiatif oleh DPRD Solo yang relatif singkat menarik perhatian anggota dewan Komisi A dan Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Solo, Selasa (17/2). Dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Agus Sukoco, mereka menggali hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme penyusunan raperda inisiatif.

Mewakili Badan Pembentuk Peraturan daerah (BP2D) DPRD Solo, Asih menjelaskan proses pengajuan Rancangan Peratutan Daerah (Raperda) inisiatif, kini, dipersingkat. Sebelumnya harus melawati enam kali sidang paripurna, sekarang empat kali paripurna sudah masuk pembahasan di panitia khusus (pansus).

"Jika periode dulu pengajuan raperda inisiatif harus melalui 6 kali paripurna. Urutannya yaitu, pengajuan usulan, tanggapan dari non pengusul, setelah itu jawaban pengusul, lalu nota penjelasan usulan DPRD, kemudian pendapat walikota, selanjutnya jawaban di DPRD dan setelah itu dibentuk pansus. Namun, kami melihat ada beberapa paripurna yang bisa disingkat, jadi paripurna terkait usulan, tanggapan non pengusul dan jawaban pengusul dijadikan satu kali paripurna," ujar Asih.

Asih menambahkan jika diperlukan mempersingkat lagi, harusnya masih ada yang bisa dipersingkat. Menurutnya, hal ini bisa lebih mengefisiensikan kinerja dewan.

"Harusnya nota penjelasan dan pendapat walikota bisa digabung dalam satu paripurna," tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo ini.

Untuk diketahui, dalam kunjungan kerja ke DPRD Solo, selain dari DPRD Kabupaten Pekalongan juga ada rombongan dari Komisi D Kabupaten Cianjur ditempat yang sama. (AR)

Go to top